Sebenarnya artikel ini cuma forward dari berbagai sumber,siapa tau aja ada yang belum pernah membacanya..semoga bermanfaat…
Siapapun yang pernah mengalami stroke, berusahalah agar serangan itu tak terulang. Tahukah Anda, stroke berulang bisa lebih dahsyat dibanding serangan sebelumnya. Karena itu, cegahlah stroke berulang sebelum terlambat.
Stroke terjadi akibat tersumbatnya peredaran darah pada otak dengan gejala spontan. Sumbatan itu terjadi akibat interupsi aliran darah otak secara mendadak atau pecahnya pembuluh darah otak. Dengan kata lain, stroke terjadi bila pembuluh darah yang mengangkut oksigen dan bahan makanan ke otak dan di dalam otak tersumbat atau pecah.
Mengapa terjadi penyumbatan pembuluh darah? Itu karena otak membutuhkan banyak oksigen. Otak sendiri mengandalkan oksigen pada peredaran darah. Itulah sebabnya, jika suplai oksigen terhenti akan terjadi radang fungsi otak. Apabila oksigen terhenti lama, penderita bisa merasa pusing, pingsan, bahkan sampai lumpuh.
Menurut cara terjadinya, ungkap Prof Dr Jusuf Misbach SpS (K), ada dua macam stroke, yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik meliputi kurang lebih 88 persen dari semua stroke. Stroke jenis ini terjadi ketika aliran darah ke otak secara tiba-tiba terhambat. Hambatan mendadak ini mengakibatkan sel-sel dan jaringan otak mati karena tidak lagi menerima oksigen dan bahan makanan dari darah.
Stroke hemoragik, masih menurut Jusuf, terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Pecahnya pembuluh darah mengakibatkan darah mengalir ke rongga sekitar jaringan otak. Karena tidak menerima oksigen dan bahan makanan dari darah, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. ”Kematian jaringan otak akan terjadi dalam waktu 4 – 10 menit setelah suplai darah terhenti,” tutur dokter spesialis penyakit syaraf yang menjabat sebagai kepala Departemen Neurologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini.
Data menunjukkan, setiap tahunnya stroke menyerang sekitar 15 juta orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, lebih kurang lima juta orang pernah mengalami stroke. Sementara di Inggris, terdapat 250 ribu orang hidup dengan kecacatan karena stroke. Di Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang mengalami serangan stroke. Dari jumlah itu, sekitar 2,5 persen di antaranya meninggal dunia. Sementara sisanya mengalami cacat ringan maupun berat.